Tampilkan postingan dengan label Computer Network. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Computer Network. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Mei 2015

Membuat Mirror Archive Ubuntu

Penggunaan Mirror Local sangat berguna untuk anda yang memiliki beberapa ubuntu server. Dengan mengelola mirror server ubuntu sendiri, maka anda akan dengan mudah melakukan update ataupun instalasi paket ubuntu pada server anda.
Ada dua cara untuk mengelola mirror lokal yaitu :
  1. Menggunakan Debmirror - Debmirror memungkinkan anda untuk memilih paket (dapper, edgy, edgy-security, etc) yang ingin anda mirror. Cara ini sangat berguna bagi anda yang memiliki kapasitas hardisk yang terbatas.
  2. Menggunakan rsync - Hal yang menjadi keunggulan dari rsync yaitu seluruh archive files akan disinkronisasikan ke server mirror lokal anda. Oleh karena seluruh files disinkronisasi, maka akan membutuhkan kapasitas hardisk minimal sebesar 800GB. 
Pada tulisan ini akan dijelaskan langkah-langkah melakukan rsync archive ubuntu. .
Paket-paket yang diperlukan:
Langkah-langkahnya adalahs sebagai berikut

Sediakan ruang kosong hardisk seperlunya

Pada saat tulisan ini dikutip, besar Ubuntu Archive sekitar 680 GB. Besaran ini akan terus bertambah dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan pada server repository ubuntu itu sendiri.
Besar hardisk yang harus tersedia untuk menampung Ubuntu Archive direkomendasikan minimal sebesar 800GB.

Download Paket yang diperlukan

  • rsync dibutuhkan untuk membuat dan mengelola server mirror.
  • mailx hanya dibutuhkan bila anda ingin membuat email script yang akan mengirimkan pesan ke email anda bila terjadi masalah.

 # apt-get install rsync mailx

Memulai Mirroring Pertama Kali

Karena kita kang mengunduh archive dengan ukuran kurang lebih 600GB, maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Buat direktori ubuntu
 # mkdir /media/mirror/ubuntu

Sekarang kita sudah memiliki direktori tujuan. jalankan rsync untuk mulai mengunduh. Bandwidth yang digunakan bisa dibuka bebas, atau dapat juga dibatasi.

 # rsync -a --bwlimit=10M --progress --delete-after rsync://archive.ubuntu.com/ubuntu /media/mirror/ubuntu

--progress adalah parameter untuk menampilkan progres rsync. 
Catatan: Meskipun sudah ditambahkan parameter --progress, rsync membutuhkan waktu agak lama untuk memunculkan progress rsync itu sendiri. Hal ini merupakan sesuatu yang normal mengingat besarnya files yang akan dimirror.
Bandwidth dalam menggunakan rsync diukur dalam Bytes, bukan bits.
 

Buat script untuk melakukan update secara berkala

sementara menunggu proses rsync berjalan, kita dapat membuat script untuk membuat server mirror tetap update  
Perhatian : Jangan menggunakan script atau cron job, sebelum rsync pertama kali selesai dijalankan!

Buka editor ubuntu (vi, pico, or nano) dan simpan kode programnya sebagai /usr/local/bin/ubuntu-mirror-sync.sh
## Mirror Synchronization Script /usr/local/bin/ubuntu-mirror-sync.sh
## Version 1.01 Updated 13 Feb 2007 by Peter Noble

## Point our log file to somewhere and setup our admin email
log=/var/log/mirrorsync.log

adminmail=admin@my.domain
# Set to 0 if you do not want to receive email
sendemail=1

# Subject is the subject of our email
subject="Ubuntu Mirror Sync Finished"

## Setup the server to mirror
remote=rsync://archive.ubuntu.com/ubuntu

## Setup the local directory / Our mirror
local=/media/mirror/ubuntu

## Initialize some other variables
complete="false"
failures=0
status=1
pid=$$

echo "`date +%x-%R` - $pid - Started Ubuntu Mirror Sync" >> $log
while [[ "$complete" != "true" ]]; do

        if [[ $failures -gt 0 ]]; then
                ## Sleep for 5 minutes for sanity's sake
                ## The most common reason for a failure at this point
                ##  is that the rsync server is handling too many concurrent connections.
                sleep 5m
        fi

        if [[ $1 == "debug" ]]; then
                echo "Working on attempt number $failures"
                rsync -a --delete-after --progress $remote $local
                status=$?
        else
                rsync -a --delete-after $remote $local >> $log
                status=$?
        fi
        
        if [[ $status -ne "0" ]]; then
                complete="false"
                (( failures += 1 ))
        else
                echo "`date +%x-%R` - $pid - Finished Ubuntu Mirror Sync" >> $log

                # Send the email
                if [[ -x /usr/bin/mail && "$sendemail" -eq "1" ]]; then
                mail -s "$subject" "$adminmail" <<OUTMAIL
Summary of Ubuntu Mirror Synchronization
PID: $pid
Failures: $failures
Finish Time: `date`

Sincerely,
$HOSTNAME

OUTMAIL
                fi
        complete="true"
        fi
done

exit 0

Setelah rsync pertama kali selesai dilakukan, silahkan melanjutkan untuk menjalankan kode yang telah dibuat.
Catatan : Kode yang dubuat menjalankan rsync dengan menambahkan parameter  --delete-after sehingga tidak menggangu user yang sedang melakukan updating ke server mirror yang telah ktia buat.

Gunukan Cron untuk Melakukan rsync secara berkala dan otomatis

Official Ubuntu Mirrors merekomendasi untuk melakukan update mirror setiap 6 jam. Tetapi hal ini tidak diwajibkan, kita dapat melakukan update mirror sebanyak satu kali dalam sehari pada waktu tengah malam disaat pengguna internet sudah sepi, sehingga bandwidth dapat terpakai dengan optimal. Berikut perintah untuk membuat Cron
 # crontab -e

Masukan baris perintah dibawah ini 
 15 21 * * * /usr/local/bin/sync-ubuntu-mirror.sh > /dev/null 2> /dev/null

Contoh diatas menunjukan bahwa proses update mirror akan berlangsung setiap malam pada pukul 9.15 PM.

Publikasikan mirror anda pada Apache server

Ini adalah bagian yang cukup mudah. perhatikan perintah dibawah ini.
 cd /var/www/
 ln /media/mirror/ubuntu -s

perintah diatas akan menghasilkan direktori ubuntu sudah dapat diakses melalui website repository yang kita buat. Contohnya repo.unpatti.ac.id/ubuntu

Update repository Komputer anda
Bila kita ingin menggunakan mirror server yang sudah kita buat, maka ubah sources list apt sebagai berikut : 
#nano /etc/apt/sources.list

Setelah itu masukan baris-baris perintah dibawah ini

 deb http://repo.unpatti.ac.id/ubuntu/ feisty main restricted
 deb-src http://repo.unpatti.ac.id/ubuntu/ feisty main restricted        
 deb http://repo.unpatti.ac.id/ubuntu/ feisty-updates main restricted
 deb-src http://repo.unpatti.ac.id/ubuntu/ feisty-updates main restricted

unutk mencobanya silahkan gunakan perintah dibawah ini
 # apt-get update

Selasa, 19 Mei 2015

Panduan Memperbesar Kapasitas LVM pada Ubuntu Server

Tulisan ini dibuat sebagai catatan pada saat saya melakukan penambahan hardisk pada server ubuntu 14.04


LVM sebenarnya salah satu tipe File System pada OS linux . File system LVM memberikan fleksibilitas dalam penambahan kapasistas partisi hardisk secara real time. Saya sendiri lebih memilih untuk menggunakan file system LVM.  Pada tulisan ini saya tidak membahas bagaimana cara instalasi server menggunakan file system LVM, tetapi saya akan fokus pada cara menambahkan kapasitas partisi hardisk yang menggunakan file system LVM.

Berikut Berikut ini adalah langkah-langkah untuk

Tambahkan hard disk baik fisik maupun virtual ke mesin yang dikehendaki. Untuk penambahan hardisk fisik, pastikan server anda dalam keadaan off

Hardisk yang baru dipasang biasanya dikenali sebagai /dev/sda, /dev/sdb, dan lain sebagainya. Gunakan perintah dibawah ini untuk melihat daftar hardisk yang terpasang pada server anda

#fdisk -l

Hardisk yang baru terpasang tersebut belum memiliki partisi, sehingga perlu dibuatkan partisinya.

Misalkan hardisk baru adalah /etc/sdb, maka untuk membuat partisi pada hardisk tersebut jalankan perintah dibawah ini

#fdisk /dev/sdb

  • Untuk melihat menu silahkan masukan : m. 
  • Untuk membuat partisi baru masukan : n , setelah itu tekan tombol Enter hingga selesai. (Anda akan menggunakan default setting
  • Untuk memberi label partisi masukan : t, dan masukan dengan 8e untuk menjadikannya sebagai LVM. 
  • Untuk menyimpan dan keluar masukan : w.
Setelah itu format partisi yang baru saja dibuat dengan perintah dibawah ini

#mkfs -t ext3 -c /dev/sdb1

Perintah berikutnya berkaitan dengan LVM:

  • pvcreate /dev/sdb1
  • vgextend NamaVolGroup /dev/sdb1
  • lvextend -L+1G /dev/NamaVolGroup00/root
  • resize2fs /dev/mapper/NamaVolGroup-root
Untuk mengecek kapasitas baru hardisk gunakan perintah

#df -h

Download File here :: source : http://www.slideshare.net/ahmadsaktia/berkenalan-dengan-logical-volume-manager-lvm

Senin, 29 September 2014

Mikrotik Hotspot dengan Freeradius dan Daloradius

Dalam artikel ini saya akan coba menjelaskan tahapan membuat dan mengkonfigurasi sistem login pada hotspot mikrotik menggunakan freeradius dan Daloradius.

Penjelasan Singkat
Sebelum masuk pada langkah-langkah teknis membuat dan mengkonfigurasi hotspot mikrotik, freeradius dan daloradius, berikut penjelasan singkat mengenai komponen-komponen tersebut :
  • Mikrotik Hotspot
    Mikrotik Hotspot adalah salah satu fitur pada mikrotik yang digunakan untuk menangani sistem login pada suatu jaringan komputer. Jaringan komputer yang dimaksud dapat berupa jaringan WiFi maupun jaringan kabel. Penggunaannya tergantung dengan keinginan network administrator. Pada umumnya sistem login ini diterapkan pada jaringan komputer WiFi yang sering disebut dengan nama Hotspot. Pada dasarnya Mikrotik telah menyediakan fungsi Hotspot yang siap pakai, artinya bahwa bila fitur Hotspot ini diaktifkan maka sistem login sudah siap untuk langsung digunakan.
  • Freeradius
    Pada prinsipnya sistem login Hotspot melakukan fungsi Authentication, Authorization and Acounting (AAA) terhadap user yang ingin mengakses ke suatu jaringan komputer. Fitur Hotspot yang ada pada Mikrotik sebenarnya sudah memiliki fungsi AAA, hanya saja bila diimplementasi pada jaringan dengan skala pengguna / user yang besar, maka akan menguras hardware resources dari Mikrotik itu sendiri.
    Freeradius adalah sebuah Radius Server berbentuk modul yang berfungsi sebagai protokol otentikasi pada suatu jaringan (Network Access Control).  Dengan fungsinya itu, maka Freeradius dapat digunakan dalam sistem login untuk menangani authentication, authorization and accounting. Freeradius dapat digabungkan dengan layanan Mikrotik Hotspot sebagai external AAA Server.
  • Daloradius
    Daloradius adalah aplikasi web-based management yang berfungsi untuk manajemen hotspot. Daloradius memberikan kemudahan dalam manajemen user.  Dalam implementasi, Daloradius diintegrasikan bersama freeradius dan mikrotik hotspot yang akan menghasilkan sistem login lengkap bagi Network Administrator.

Langkah-Langkah Instalasi dan Konfigurasi

# apt-get update
# apt-get upgrade
# apt-get install apache2 php5 php5-gd php-db php-pear mysql-server mysql-client freeradius freeradius-mysql subversion

# svn co https://daloradius.svn.sourceforge.net/svnroot/daloradius/trunk daloradius
# cp daloradius/ /var/www -R
# chown www-data:www-data /var/www/daloradius -R
# chmod 644 /var/www/daloradius/library/daloradius.conf.php

# mysql -u root -p
Enter password: (masukan password root mysql)
mysql> CREATE DATABASE radius;
mysql> quit

# cd /var/www/daloradius/contrib/db/

# mysql -u root -p radius < fr2-mysql-daloradius-and-freeradius.sql
Enter password: (masukan password root mysql)

# nano /var/www/daloradius/library/daloradius.conf.php

$configValues['CONFIG_DB_PASS'] = ‘mysqlpassword’;

Lakukan konfigurasi sebagai berikut :
# nano /etc/freeradius/radiusd.conf


auth = no –> ( Ubah menjadi “yes” )
authbadpass = no –>( Ubah menjadi “yes” )
authgoodpass = no –> ( Ubah menjadi “yes” )


proxy_request = yes –> ( Ubah menjadi “no” )

#$INCLUDE sql.conf –> ( Hilangkan # )
# nano /etc/freeradius/sql.conf


# Connection info:
server = “localhost”
#port = 3306
login = “root”password = “” (password root mysql anda)
# Database table configuration for everything except Oracle
radius_db = “radius”#readclient = yes –> ( Hilangkan tanda pagar )

# nano /etc/freeradius/client.conf


client 192.168.10.0/29 { –> network yang diperbolehkan mengakses Radius Server
secret = radiusserver
shortname = private-network-akses
}

# nano /etc/freeradius/sites-enabled/default

Uncomment sql pada bagian authorize{}
# See “Authorization Queries” in sql.conf
sql

Uncomment sql pada bagian accounting{}
# See “Accounting queries” in sql.conf
sql

Uncomment sql pada bagian session{}
# See “Simultaneous Use Checking Queries” in sql.conf
sql

Uncomment sql pada bagian post-auth{}
# See “Authentication Logging Queries” in sql.conf
sql
# mysql -u root -p
Enter password: (password root mysql anda)
mysql> use radius;
mysql> INSERT INTO radcheck (UserName, Attribute, Value) VALUES (“coba”, “Password”, “coba”);
mysql> quit


# service freeradius restart
Stopping FreeRADIUS daemon: freeradius.
Starting FreeRADIUS daemon: freeradius.

Sekarang bukalah web browser dan pada address bar isikan http://ipserver/daloradius.
user : administrator
password : radius

setelah berhasil login, jangan lupa untuk mengubah password defaulnya di Config > Operator > Edit Operator > administrator.

Lalu buatlah sebuah user di Management > Users > New User – Quick add
Isilah form Username dan Password lalu klik Aplly.

Setelah itu login-lah ke mikrotik anda, buatlah sebuah hotspot, yang belum tahu bisa lihat disini.
Pada Server Profiles hotspot, double klik pada profile yang aktif lalu klik tab Login, pada Login by centang semua untuk MAC, HTTP CHAP, HTTP PAP, Cookie, HTTPS, Trial. Lalu buka tab RADIUS dan beri centang pada Use Radius. Lalu klik Apply dan OK.

Masih di MikroTik, bukalah RADIUS, klik (+) untuk menambahkan RADIUS Client, beri tanda centang Service berikut ppp, hotspot, dhcp, login. Pada Address, isi dengan IP Server Radius anda, dan Secret-nya sesuaikan dengan yang telah anda pasang di RADIUS Server, lalu klik Apply dan Ok.